Minggu, 18 Januari 2009

Himpunan Alumni ABM-AKPM-STIEAD Gelar Reuni Akbar

“SATU VISI UNTUK BANGSA”

Acara Puncak reuni akbar himpunan alumni ABM-AKPM-STIEAD Jakarta yang dibuka jum’at 16 January 2009 oleh Menkes berakhir dengan ramah tamah alumni ABM-AKPM-STIEAD Jakarta minggu 18 january 2009. maksud utama terselenggaranya reuni ini adalah menumbuhkan kembali cinta terhadap almamater. Reuni yang ber-temakan satu visi untuk bangsa ini tersusun berkat kerjasama alumni ABM-AKPM_STIEAD Jakarta dan menghadirkan tokoh nasional Bpk. Prof. Dr. H. Amien Rais, MA yang juga mantan ketua MPR-RI dalam orasi kebangsaan. Dalam orasinya, Amien Rais memberikan gambaran bahawa kemandegan Indonesia terjadi karena banyak faktor. Ia bermemory ketika diwawancarai oleh salah seorang wartawan Amerika tentang keadaan Indonesia ia – Amien Rais – Berstatemen bahwa Indonesia terlalu banyak penduduknya, dan hal tersebut pada waktu dulu diterima oleh wartawan tersebut, namun jika jawaban atas pertanyaan tersebut dijawab sekarang, maka ironis sekali. Tandasnya.

Hal tersebut menunjukan bahwa Indonesia – khususnya pemerintah dan rakyatnya – kurang nasionalis. Satu contoh kasus ketika terjadi pertandingan sepak bola antara Indonesia melawan Negara lain di Senayan, stadion tersebut hampir rubuh akibat masa pendukung tim kesebelasan nasional Indonesia berjubel mensuport tim Indonesia. Namun pada kenyataannya, nasionalisme di Indonesia hanya tumbuh secara insidentil dan seperti prinsip pemadam kebakaran. Ketika api telah padam, ia pulang tanpa membetulkan puing berserakan. Seperti halnya kasus PT. Priport yang dikelola di Irian Jaya, Indonesia hanya ngedumel tanpa ada tindakan. Emas yang dikelola tersebut akan baru berhenti jelang 2040 mendatang sesuai kontrak yang dilakukan sebelumnya. Indonesia hanya mendapatkan 20% dari total produksi selama 1 tahun. Nantinya anak cucu kita hanya akan meratapi cekungan besar bekas galian priport. Maka harus ada desakan terhadap Pemerintah untuk dapat mengambil tindakan represif, sedapat mungkin dilakukan perbaikan di segala sisi.

Lanjutnya lagi, Indonesia yang terdiri dari berbagai etnis yang tentunya sangat kompleks, sulit sekali untuk di monitoring, hal ini karena relief Indonesia terdiri dari berbagai relief terpecah namun terbentuk dan terikat karena Bhineka tunggal ika. Indonesia mau!! Bukan Indonesia bisa.

Reuni, menyatukan yang terlepas

Wisuda merupakan symbol bahwa mahasiswa telah selesai mengenyam pendidikan di universitas, perguruan tinggi atau yang sederajat. Hal ini bukan serta merta melepaskan begitu saja, ceremonial ini dimaksudkan agar penyapihan (lepas dari induk) hanyalah proses pendewasaan dan pencarian jati diri. Kampus di ibaratkan tasbih ada awal namun tiada akhir. Berawal dari pendaftaran, testimonial masuk kuliah dan Rutinitas KBM, semua itu dijeda dengan Wisuda, namun reuni (Penyatuan kembali) adalah wadah untuk menumbuhkan persatuan, ukhuwah dan menyambung kembali tali persaudaraan.

Dengan wadah inilah, diharapkan produk ABM-AKPM-STIEAD dapat bersatu kembali untuk bangsa pada umumnya dan untuk kampus pada khususnya. Institusi kampus merupakan tempat yang tepat untuk menggojlok minat dan bakat, seperti penampilan salah satu UKM KUMMIS STIEAD di sela – sela ramah tamah, merupakan satu cirri mahasiswa yang kreatif dan inovatif. Dan nantinya, ada satu kerjasama (atas landasan cinta almamater) antara Alumni dengan mahasiswa yang masih duduk di bangku kuliah. Artinya apa, alumni yang telah malang melintang di luar kampus, dapat memberikan satu award (bantuan) contohnya promosi, dan memberikan kontribusi pengurangan bangsa kuli dan penganguran.

Dalam ranah sejarah, ukhuwah yang disambungkan kembali akan mengikat erat ikatan dan memberikan banyak manfaat, sebut saja sisi keagamaan, ukhuwah yang telah di instruksikan Allah melalui al-Quran, bahwasanya awal penciptaan manusia sebagai khalifah, diciptakan bersuku – suku, agar saling mengenal. Seperti dalam reuni kali ini yang dipaketkan kegiatan Baksos, Bazar, Orasi kebangsaan, lomba mewarnai dan menggambar serta reuni alumni ABM-AKPM_STIEAD merupakan langkah awal penyatuan kembali visi dan misi dakwah Muhammadiyah (STIEAD) untuk istibaq fii al – khairat.

Seperti dikatakan ketua Himpunan Alumni ABM-AKPM_STIEAD, ini semua merupakan remember and loving almamater. Niatan yang baik dan kerja yang administrative tentunya akan membawakan hasil yang baik pula. Seperti yang telah diperjelas dalam Al-Quran dan Al-Hadits.


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Gold Mining News. Powered by Blogger